KARAWANG ||RI.news.web.id– Dinas Ketenagakerjaan resmi membuka pendaftaran Program Padat Karya Tahun 2026. Program yang merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia tersebut hadir sebagai upaya memperluas kesempatan kerja sekaligus memberdayakan masyarakat agar lebih produktif dan mandiri secara ekonomi.
Program padat karya ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menekan angka pengangguran, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan sementara dengan sistem pemberdayaan berbasis lingkungan dan potensi daerah. Selain memberikan penghasilan, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan menyampaikan bahwa program padat karya tahun 2026 terbuka bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan administrasi dan siap mengikuti kegiatan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Melalui program tersebut, pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh akses pekerjaan yang layak sekaligus mendukung pembangunan di tingkat lokal.
“Program ini bukan hanya memberikan kesempatan kerja sementara, tetapi juga menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah dalam membantu masyarakat meningkatkan taraf ekonomi keluarga,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta nantinya akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan produktif yang bersifat padat tenaga kerja, sehingga mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Pemerintah juga berharap program tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Dinas Ketenagakerjaan mengimbau masyarakat agar segera melakukan pendaftaran sesuai jadwal yang telah ditentukan serta melengkapi seluruh persyaratan administrasi. Antusiasme masyarakat terhadap program padat karya ini diperkirakan cukup tinggi mengingat manfaat yang dirasakan langsung oleh warga.
Dengan dibukanya pendaftaran Program Padat Karya 2026, pemerintah berharap terciptanya peluang kerja baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi di daerah.
(Red)
