KARAWANG|| RI.news— Untuk memperkuat perencanaan ketahanan pangan daerah, Bidang Pangan pada Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan DPKPP Kabupaten Karawang menggelar rapat “Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan/Food Security and Vulnerability Atlas FSVA 2026”.
Rapat yang digelar di ruang rapat DPKPP Karawang itu terlihat dihadiri jajaran ASN dan pejabat terkait. Suasana diskusi berlangsung serius dengan penggunaan laptop dan pemaparan data melalui layar monitor besar. Banner “RAPAT KEGIATAN PANGAN KEWENANGAN...” terpampang di latar belakang, menegaskan fokus agenda.
Penyusunan FSVA 2026 ini tidak berjalan sendiri. Kegiatan dihadiri DKPP Jawa Barat, Bapperida Karawang, Dinsos Karawang, DPRKP Karawang, dan PSDA Setda Karawang. Kolaborasi lintas OPD ini penting agar data dan analisis kerentanan pangan bisa lebih komprehensif dan akurat.
Pada layar presentasi terlihat materi “Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan/FSVA” yang memuat dasar hukum, tujuan, indikator, hingga target indikator nasional dan provinsi Jawa Barat 2025-2029 untuk pengentasan rawan pangan dan gizi. Data ini nantinya jadi acuan program prioritas.
FSVA adalah instrumen pemetaan wilayah rawan pangan dan gizi. Hasilnya akan digunakan DPKPP Karawang sebagai dasar rekomendasi program, termasuk penentuan lokasi prioritas intervensi, alokasi anggaran, dan sinergi kegiatan dengan OPD terkait.
Dengan semangat “Karawang Maju” dan “BerAKHLAK” yang tertera pada logo instansi, DPKPP Karawang menargetkan peta ini bisa melahirkan kebijakan pangan yang tepat sasaran. Tujuannya: menekan angka kerawanan pangan, meningkatkan akses gizi, dan menjaga stabilitas pasokan pangan untuk masyarakat Karawang.(Red)

